Apa yg sedang kita hadapi ? (catatan #1)

Saya memulai catatan ini dengan bertanya, apa yang sebenarnya sedang kita hadapi sekarang ini? Karena ketika kita berdiam diri, terlihat tenang, ada dua kemungkinan; kita sudah siap menghadapi apa yang akan menjadi bencana esok hari, atau kita tidak tahu sama sekali bencana apa yg sedang kita hadapi.

Permasalahannya adalah, tidak banyak orang yg tahu bencana apa yg akan kita hadapi dalam 10 bahkan 20 tahun kemudian. 98% hidup dengan melihat kondisi yg mereka lihat pada saat ini. mungkin sebagian dari kita berpikir, apa pentingnya mengetahui apa yg akan terjadi di masa depan? Toh selama ini sejarah mengatakan bahwa manusia selalu survive dalam mengatasi perubahan demi perubahan. Saya jawab, ya, sejarah mengatakan kita dapat bertahan. Pertanyaannya, apakah Saya dan Anda adalah yg bertahan, atau yg hancur ditelan oleh bencana itu sendiri?

Lalu, bencana apa yg sedang kita hadapi? Untuk menjawabnya, saya harus menjelaskan dari dua cerita yg berbeda tapi saling berkaitan. Pertama adalah bagaimana zaman berubah dari masa ke masa, kedua adalah sejarah uang dan bagaimana ini mengancam hidup kita. Saya akan memulai dari perubahan zaman dari masa ke masa, bagaimana karakter zaman pada masa itu, dan apa saja keuntungan yg ada pada setiap era tersebut.

Era Berburu

Di era berburu ini, uang belum dikenal. Orang hidup berpindah pindah, mereka berburu untuk mencari penghidupan. Semua orang hidup dengan status sosial yg tidak terlalu berbeda jauh satu sama lain, berkelompok kecil dengan dipimpin oleh kepala kepala suku.

Kunci untuk bertahan di era ini adalah berburu. Jika kita memiliki kemampuan berburu, peralatan untuk berburu seperti tombak atau panah, artinya kita dapat bertahan di era tersebut.

Era Pertanian

Penguasa tanah adalah orang yg berkuasa di era ini. status sosial mulai cukup terlihat perbedaannya satu sama lain. Uang pada umumnya tidak penting karena kita bisa tetap mendapatkan penghidupan yg cukup dengan bertani. Orang melakukan transaksi dengan cara barter.

Sudah jelas, kunci untuk bertahan di era ini adalah dengan memiliki lahan. Jika kita memiliki lahan, kita dapat memenuhi kebutuhan kita sendiri – bahkan kita bisa menjadi “orang kaya” di era tersebut. Dalam banyak kasus, sudah ada model kerajaan pada era ini. Lahan di kuasai oleh para raja, dan para petani memberikan pajak kepada raja dalam bentuk hasil panen seperti gandum atau padi ataupun dalam bentuk hewan ternak. Status sosial terbagi dalam dua kelas; Penguasa lahan serta petani.

Era Industri

Di era inilah, sistem ekonomi modern di mulai. Industri industri modern di bangun, dan penguasa adalah orang yg dapat menguasai industri. Di era industri ini, sistem berubah menjadi kapitalisme, status ekonomi terbagi menjadi kapitalis dan karyawan. Karyawan itu sendiri terbagi dua, karyawan dengan posisi yang “tinggi” dan buruh. Status sosial mulai terlihat lebih lebar jarak antara yg satu dan lainnya.

Di era ini, pendidikan menjadi sangat penting. Diciptakanlah sistem pendidikan seperti yg kita kenal sekarang, karena untuk menguasai industri dibutuhkan pendidikan yg memadai. Penguasa bukan lagi siapa yg menguasai tanah, karena bahkan pemilik tanah bisa menjadi budak bagi para kapitalis. Pendidikan adalah kunci untuk dapat bertahan. Semakin tinggi pendidikan yg kita dapat, semakin tinggi pula kesempatan akan penghidupan yg  lebih baik. Di era inilah di mulainya industri ekonomi besar. Raksasa raksasa perusahaan serta penemuan penemuan terbesar di temukan. Thomas Alfa Edison menemukan lampu dan menciptakan General Electric, Ford menciptakan mobil, dan banyak lagi penemuan penemuan besar di era ini. Uang menjadi aspek sangat penting di zaman ini. inilah era yg menjadi pintu untuk sebuah era yg lebih besar lagi:

Era Informasi

Inilah era dimana kita hidup, dimulai dengen penemuan internet pada awal 90an. Informasi menjadi sangat mudah didapat, arus komunikasi muncul dalam hitungan sangat singkat. Inilah era dimana siapa yg memiliki informasi yg tepat, serta memiliki visi dari informasi tersebut, yg akan berjaya menjadi yg terbaik. Pemuda pemuda yg menguasai informasi menjadi yg terbaik di dunia seperti bill gates, sergey brin dan larry page. Mereka menguasai informasi.

Permasalahan terbesar adalah, kita hidup pada masa dimana orang tua kita masih “bernafas” dengan gaya era industri, sementara kita sudah hidup di era informasi. Permasalahan ini menjadi ancaman bagi kita karena mayoritas dari kita masih ada pada masa peralihan, hidup dengan gaya industri di era informasi, yg berarti, kita tidak mempersiapkan apa yg seharusnya kita siapkan.

Kita mendapatkan pendidikan di era informasi, dengan model pendidikan era industri. Kita berpikir dengan pola pikir orang industri di masa informasi. Bahkan kita menasihati orang lain dengan nasihat kesuksesan era industri di era informasi. Dan yg menjadi bencana adalah, itu semua tidak berjalan dengan baik karena era yg berbeda berarti cara yg berbeda, nasihat yg berbeda, pendidikan yg berbeda, pola pikir yg berbeda. Hal ini akan di bahas khusus lebih mendalam di bagian kedua catatan ini.

Era Baru, Cara Lama

Kesimpulan yg bisa di ambil dari cerita tadi adalah, kita hidup di era baru dengan cara lama. Kita ada pada masa peralihan. Itulah masalah pertama yg kita hadapi. Perubahan perubahan besar terjadi. Contohnya, cara orang memandang uang. Kita melihat uang sebagai uang. Padahal, dalam bahasa inggris, ada dua perbedaan besar dalam arti uang itu sendiri. Uang dalam bahasa inggris adalah “money”, sedangkan uang yg kita kenal sekarang adalah “currency”.

Uang adalah sesuatu yg memiliki nilai. Emas, cadangan minyak, perak, itu adalah uang. Anda kaya ketika Anda memiliki uang. Negara menjadi sangat kaya ketika suatu negara memiliki uang.

Sedangkan Mata Uang adalah suatu alat tukar yg merepresentasikan uang, tetapi pada dasarnya tidak memiliki nilai. Uang kertas, uang logam, itu adalah mata uang. Pada dasarnya, mata uang tidak ada nilainya. Mata uang pertama kali di ciptakan sebagai bentuk dari “kekayaan” kita.

Contoh sederhananya, ketika saya memiliki emas senilai 100juta, saya tidak perlu membawa emas tersebut kemana mana. Dengan membawa mata uang, emas yg saya miliki cukup saya simpan di rumah, dan saya cukup membawa mata uang senilai 100juta. Artinya, dengan saya memiliki mata uang senilai 100juta, saya memiliki cadangan emas senilai 100juta di rumah saya. Sehingga, mata uang yg saya miliki merepresentasikan kekayaan saya. Di sinilah, permasalahan yang kedua di mulai.

Sejarah Uang

Pembahasan mengenai uang adalah salah satu pembahasan yg menarik karena bagaimanapun juga kita butuh uang. Uang memiliki peranan penting dalam kehidupan di era informasi. Seperti yg sudah saya jelaskan sebelumnya, ada perbedaan besar antara Uang dan Mata Uang. Masalah tercipta ketika menganggap mata uang adalah uang. Mata uang adalah ilusi dari sebuah kekayaan. Kekayaan sebenarnya adalah uang. Saya akan mulai lebih menjelaskan permasalahan uang ini dengan sejarah bagaimana kehidupan uang dari masa ke masa sampai pada sekarang ini.

Uang pertama kali bekerja dalam bentuk barter. Komoditas menjadi barang yg berharga. Seperti definisi kita sebelumnya, uang adalah sesuatu yg berharga, memiliki nilai. Disinilah pertama kali model uang bekerja. Orang melakukan barter untuk bertukar komoditas. Jika saya seorang petani dan Anda adalah seorang peternak, kita dapat membarterkan komoditas kita sehingga Anda dapat menikmati hasil panen saya, dan saya dapat menikmati hasil ternak Anda. Permasalahan dari uang model barter adalah, kita sulit mengukur “nilai” yg seimbang. Sulit bagi saya untuk mengukur apakah hasil panen yg saya tukarkan, senilai dengan hasil ternak yg anda berikan.

Dari permasalahan ini, muncullah solusi baru; koin emas dan perak. Emas dan perak yg langka menjadi standar untuk menilai suatu barang. Kekayaan di ukur dari berapa emas atau perak yg kita miliki. Kehebatan dari emas dan perak ini adalah, nilainya amat sangat kuat dalam menghadapi inflasi. Contohnya, yg kita kenal saat ini adalah uang dinar yg  berstandarkan emas, serta uang dirham yg berstandarkan perak. Satu dirham pada abad ke-6 dapat membeli seekor ayam, maka satu dirham pada abad ke-20 pun dapat membeli seekor ayam. Permasalahan dari emas dan perak adalah, kita tidak dapat membawanya dalam jumlah yg besar karena berat dan resiko yg tinggi akan perampokan.

Dari permasalahan inilah, di ciptakan mata uang. Mata uang di ciptakan sebagai representasi dari kekayaan yg kita miliki, seperti analogi yg sudah di jelaskan sebelumnya. Cara kerja mata uang seharusnya adalah, ketika kita memiliki cadangan emas senilai 100juta, kita boleh memiliki mata uang senilai 100juta, sehingga kita cukup membawa kertas berisikan nota/catatan senilai 100juta yg merepresentasikan kekayaan yg kita miliki. Dari sinilah bencana terbesar di mulai. Bencana keuangan terbesar yg akan memiskinkan seluruh umat manusia, yg menjadi alasan saya menulis catatan ini untuk menyadarkan kita semua akan permasalahan ini. masalahnya adalah, ada konspirasi, dimana uang yang beredar saat ini tidak memiliki cadangan emas. Mengambil contoh tadi, ketika saya memiliki emas senilai 100juta, saya boleh memiliki mata uang senilai 100juta. Tapi, ketika saya memiliki mata uang senilai 100juta, tanpa memiliki cadangan emas senilai 100juta, artinya, saya berhutang. Misalnya, saya berasumsi untuk membeli sebuah rumah senilai 100juta dengan menggunakan mata uang (yang seharusnya sudah tentu saya memiliki uang emas yg sesungguhnya senilai 100juta). Menjadi masalah, ketika saya membeli rumah dengan mata uang 100juta, tanpa memiliki emas senilai 100juta di tabungan saya, artinya, saya berhutang senilai 100juta kepada penjual rumah. Fungsi mata uang sendiri adalah representasi dari uang. Sedangkan fungsi uang adalah alat tukar. Ketika kita memiliki mata uang tanpa memiliki uang, artinya, kita sedang mangajukan surat hutang. Fungsi dari mata uang itu bukan lagi representasi uang, tapi menjadi representasi hutang. Itulah yg terjadi saat ini di seluruh dunia, dimana negara negara mencetak uang sebanyak mungkin tanpa memiliki cadangan uang seperti emas atau perak. Ini menjadi bencana kemiskinan terbesar, karena membuat keruntuhan ekonomi merata di seluruh dunia, dan menciptakan keuntungan tersendiri bagi segelintir orang yg menggulirkan konspirasi sistem baru ini. sistem ini sengaja diciptakan. Sistem ini sengaja dibuat. Sistem ini adalah alat konspirasi. Konspirasi ini ada, dan lebih serius dari yg pernah Anda bayangkan. Konspirasi ini sudah di mulai sejak puluhan tahun yang lalu, dan bom waktu yg sengaja di ciptakan ini akan diledakkan oleh para konspirator dalam beberapa tahun kedepan. catatan ini diciptakan sebagai peringatan darurat kepada Anda terhadap apa yg akan Anda hadapi didepan. Bom waktu ekonomi yg sengaja diciptakan ini menanti kita, pilihan hanya ada dua: bertahan atau hancur.

Comments
2 Responses to “Apa yg sedang kita hadapi ? (catatan #1)”
  1. aira says:

    hm… sepakat.
    konspirasi itu ada.
    jangan polos menatap dunia.
    he

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. [...] masalah hutang dan inflasi ini, temen temen bisa baca catatan saya sebelumnya, di catatan #1 dan catatan #2. Klo mau lebih advance lagi, bisa baca yang catatan [...]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 173 other followers