Saya, Papi, dan waktu luang…
Oke, kali ini jangan terlalu formal amat ya.
Mari mulai.
Gw biasa berdiskusi setiap makan malam dengan setiap anggota keluarga. Kita menghabiskan 1 jam di meja makan.
15 menit makan, 45 menit tenggelam dalam diskusi.
Budaya diskusi dimulai ketika gw didiagnosa sebagai anak ADHD, sekitar mungkin 6/ 7 tahun yg lalu.
Untuk anak ADHD seperti gw, diskusi yg terus terusan diperlukan karena anak ADhD mudah kehilangan fokus.
Yah,intinya, gw g akn nge bahas tentang apa itu anak ADhD, tapi intinya, untuk anak ADhD, sukses merupakan suatu perjuangan yg lebih berat dibanding anak normal lainnya.
Ok. mari memulai diskusi kita kali ini dengan hobi.
Gw adalah orang yg gak punya hobi.
Humm.. Gw suka tidur, belanja, jalan jalan.
Sesuatu dengan tema menghabiskan uang, gw suka.
Termasuk hobi gak sih itu?
Waduh silakan menilai deh yah.
Hobi gw yg lain adalah tenggelam dengan fantasi gue sendiri. Ini adalah kelebihan gue.
Biasanya gw menyelami fantasi ini ketika gw lagi down, gak pede, merasa kecil.
Gw adalah orang yg bisa membangkitkan antusiasme orang dengan mimpi mimpi gila gw.
Yang penting, gw yakin dengan fantasi gw.
Ok, itu masalah hobi.
Sekarang masalah mengisi waktu luang.
Nonton, tidur, baca buku.
Itu cara gue menghabiskan 80% waktu luang.
Rasio yg gw habiskan, 2:2:1
Gw cuma menghabiskan 1/5 dr wktu kosong untuk baca. Jauh dari ideal.
Tapi tahukah anda, itu setara dengan 1.5 jam membaca loh.
Gw tidur siang biasanya 3 jam karena malemnya cuma tidur sekitar 3-4 jam,.
Ok, kembali ke topik baca.
Banyak orang, yg ternyata, 1 jam sehari pun gak baca buku!
Gw suatu saat tanya temen gw,jawaban dia, suka ngantuk.
Katanya dia bukan tipe pembaca buku.
Humm..
Kayaknya gak ada deh orang terlahir dengan tipe “suka baca buku”.
Klo ad apun, jarang banget.
Gw mulai membaca buku berat sejak umur 13 tahun.
Alasannya?
Gw memaksakan diri untuk membaca meskipun gak suka.
No one likes it.
Day by day, itu mulai jadi budaya, dan di umur 18 tahun barulah gw bener2 punya kesadaran untuk baca tanpa harus memaksakan diri.
Yg ingin gw sampaikan adalah, selama 5 tahun,
Gw berjuang melawan rasa malas untuk membaca.
Bukan dngan sendirinya tumbuh minat baca seperti yg diharapkan kebanyakan orang.
Jadi gw sedikit gak habis pikir dengan pemikiran orang2 yg tidak pernah membaca karena katanya “bukan cara gue untuk belajar”.
Oh ya, gw habiskan rata2 1.5 jam sehari untuk baca buku.
Sejauh ini, apa yg gue tau sangat cukup untuk menjadi bahan diskusi ketika gw berbicara dengan lapisan masyarakat apapun.
Baca itu penting.
Keliatan loh ketika kita diskusi dengan orang rajin baca, dengan orang yg “mencoba terlihat tahu banyak”.
Gak usah kita bicara manfaat buat orang lain.
Rjin baca sudah sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri.
Ok. Segitu dulu tentang gw.
Mari kita sholat isya.
*mengisiwaktuluangsaatmaghrib
oke mari lanjut lagi.
nah, kembali ke topik diskusi dengan keluarga, terutama antara gw dan papi.
gw berlangganan The Economist dan Fortune. yang pertama, biar gw tau tentang perkembangan dunia, terutama politik. ini penting karena suka atau gak suka, kita harus tau politik klo kita ingin merubah dunia #berfantasigilalagi. kedua, supaya bisa melengkapi wawasan gue mengenai bisnis. gw baca kedua majalah itu di luar waktu baca 1.5 jam gw. nah, karena tiap hari baca, selalu ada bahan diskusi setiap kali gw pulang kerumah.
ini biasanya topik-topik yg biasa dibawa ketika diskusi.
1. bisnis
kita banyak diskusi masalah bisnis. ayah saya bukan tipe orang yg banyak tahu tentang wawasan bisnis secara teknis. beliau seorang yg intuitif dalam berbisnis, gak pake ilmu ajian apa apa, gak kayak gue yg “nyekolah”. dia juga gak bisa bahasa inggris, sedangkan banyak sekali buku buku bagus yg gak ada terjemahan bahasa indonesianya. so, bisnis adalah topik utama kita di meja makan.
yang pertama dibahas biasanya adalah mengenai visi misi perusahaan dalam 10 tahun kedepan. konon, gw sebagai generasi kedua harus bisa mewarisi falsafah *halah* value dan visi dari generasi pertama. kan klo dalam bisnis, generasi pertama membangun, generasi kedua membesarkan, generasi ketiga memberdayakan. faktanya itu berlaku buat orang cina. klo orang pribumi, generasi pertama membangun, generasi kedua menghancurkan. soalnya, generasi kedua terlalu dimanjakan sama harta. gitu kali ya? entah lah.
2. Jalan Hidup.
ok, saya punya segudang rancangan masa depan. tidak jarang rancangan saya gak sesuai dengan rancangan orang tua. bohong banget lah klo ada orang yang bilang, “syauqi itu enak, se visi sama papi nya. gw mah mau bisnis aja di tentang orang tua, blah bleh bloh”. wah, dia memposisikan dirinya sebagai satu2nya orang yg punya masalah di dunia. in fact, NO !!! saya sering berbeda pendapat mengenai arah kedepan hidup. sederhana aja nih ya, untuk S2, papi ngotot saya harus ke dubai, saya ngotot pengen ke kanada atau korea. papi punya rancangan terhadap saya, dan saya punya rencana sendiri untuk masa depan.
tapi yg penting, komunikasi dengan CARA yang TEPAT !!! banyak anak bisa berkomunikasi dengan orang tua, tapi mereka gak tau CARA berkomunikasi dengan TEPAT. nah, saya tipe orang yg bisa menguraikan masalah dengan sederhana dan menyampaikannya dengan mudah. saya sampaikan deh tuh, perencanaan saya kedepannya, alasan saya, dan saya juga gak lupa memposisikan diri sebagai “orang tua”, dan memberikan justifikasi kenapa klopun saya dalam posisi PAPI, rencana saya ini tetap berjalan dengan lancar. harus ada “win – win solution” antara apa yg diinginkan papi dan gue. banyak anak gagal mengajukan keinginan kepada orang tua, karena mereka berfokus kepada solution dari sisi dia, bukan dari sisi orangtua.
3. politik
nah, harus diakui, gw ini meski udah jarang liqo lagi, tetep keluarga pejuang. ini bahasa papi tiap hari diskusi, “yg kita lakukan ini bukan untuk uang, tapi untuk peradaban ummat. klo alasan uang, kita sudah lebih dari cukup. tapi, ada sesuatu yg lebih dari uang; agama dan peradaban. dan KAMU, kamulah pejuang peradaban itu, itu Amanah Allah melahirkan kamu. bukan untuk menjadi orang biasa. jangan kecewakan amanah Allah”.
beban banget kan? tapi ini seru. misal, saya belajar banyak tentang turkey. anyway, besok saya diminta ngisi orasi pelantikan KAMMI. bingung dah mau ngisi apa, tapi kayaknya saya bawa topik tentang turkey ini deh. biasanya, saya baca banyak artikel2 luar, kemudian saya diskusikan dengan papi. truz biasanya hasil diskusi ini papi jadikan bahan ceramah.
pernah suatu ketika saya cerita tentang kondisi terkini turkey, truz papi habis isya dateng tamu dari manaaa gitu, nah, si papi itu dengan “penuh wawasan” menceritakan semua hasil diskusi tadi. hhehee.. itu kan hasil cerita gue semua… *bukakartu* Tapi intinya, saya sebagai generasi kedua, dan papi sebagai generasi pertama, kami saling melengkapi satu sama lain. papi dengan mind set, kebijaksanaan, serta pengalamannya, dan saya dengan pengetahuan, wawasan, skill, serta obsesi dan juga motivasi tinggi, menjadikan kami tim yang -insya Allah- tidak terkalahkan !! halah, emangnya main bola.
banyak hal menarik mengenai politik loh ternyata yg banyak orang gak tau dan pahami. mereka cuma tau di permukaannya aj. pemuda ini harus bergerak cepat. majulah pemuda, banyak tugas yg harus kita kerjakan untuk merubah peradaban.







akhirnya kelar juga baca tulisan lo qi. gue mengumpulkan semangat dari langit2 kamar gue u/ baca nih blog, lantaran temanya yang black-n-white yang ngeliatnya aja udah berat banget. pas kelar baca, di bagian akhir gue liat blog ini masuk kategori ngasal. ngasalnya elu aja begini yak.. ceka ceka.. =) “berisi”